وَتَأَدَبْ فِي حِمَاهُم

Sunday, January 3, 2016


وَتَأدَبْ فِي حِمَاهُم* لَا تَعٔشَقٔ سِوَاهُم
فَهُمُ، هُمُ الشِّفـاء لِقَلبِي

Ekspresi ringkas dari rangkap syair atau nasyid kegemaran saya, يا حادي سر رويدا Ya hadi sir ruwaidan - wahai ketua rombongan, berjalanlah perlahan-lahan.

Ia asalnya nasyid yang dilagukan orang Syam (Syria) yang hendak menuju Madinah. Ia terkandung pesanan kepada yang bakal bertamu di sisi Rasulullah. Pesanan yang tulus ikhlas, dari jiwa yang hangat dengan cinta terhadap bumi Madinah dan batang tubuh mulia yang tersemadi di dalamnya. Dalam memberi pesan, tak terbendung kisah cinta di hatinya, lalu dia berkata;

Dan peliharalah tingkah laku mu tatkala tiba di taman larangan (Madinah) kelak. 
Dan usah sesekali hatimu merindu melainkan kepada penghuninya (Rasulullah, para sababat dan penduduknya).
Kerna mereka itu, mereka itu penawar hati dan jiwa ragaku.

Melihat gambar penziarah bumi Madinah dan tibanya perayaan hari kelahiran Junjungan Besar SAW mengingatkan rangkap indah sang penyair bumi Syam. Rangkap yang menyegarkan memori bumi Madinah yang tak pernah lekang di hati. Bau bumi itu, kehangatannya, binaannya, ketenangan berada di dalamnya, nikmat berada di samping makam sang empunya kota, hiba sewaktu dipisahkan dengannya, doa yang tak putus-putus saat berlalu pergi darinya, semua itu masih kukuh terpahat di minda.

Luahan ini meskipun dizahirkan oleh jiwa yang tak lari dari dosa dan noda, masih berharap semoga dengan rindu yang ada, jiwa yang serba lemah ini dihimpunkan jua dengan kekasih yang dirindui, walaupun masih belum pernah bersua. Selawat dan salam Sang Pencipta buat Nabi dan Rasul, penawar hati dan jiwaku yang lara.

Salam maulidur rasul.  

0 comments :

Hakcipta terpelihara - Noor. Powered by Blogger.