Monolog II

Saturday, July 7, 2012

Langit tidak selalu cerah. Namun mendungnya kerapkali mengingatkan diri kepada Zat yang menurunkan hujan, dan seperti mana lazimnya mendung itu disusuli hujan. Pada hujan itu sendiri pasti ada rahmat.

Hari esok masih di alam ghaib, tidak diketahui apa yang akan terjadi. Wilayah kemanusiaan hanya untuk berusaha dan berdoa, wilayah penentuan di genggaman Yang Maha Esa.

Setiap jiwa itu baginya apa yang diusahakan dan juga menanggung akibat apa yang dilakukannya. 

Barangkali yang dibenci itu sesuatu yang baik, boleh jadi juga yang disukai itu sesuatu yang tidak baik.

Apakah balasan bagi perbuatan baik melainkan yang baik juga, dan balasan bagi yang buruk itu sesuatu yang buruk seumpamanya.

Tidak ada jiwa yang mampu memberi petunjuk kepada insan yang mereka mahu, kerana pemilikan petunjuk itu tunggal, yakni - milik Dia.

Tidak dibebankan mana-mana jiwa dengan yang tidak termampu ditanggungnya.

Oh Tuhan, jelaskan pada perkara yang meruntunkan dengan penjelasan yang menenangkan, semoga beroleh diri seperti sabda Saidina Ibrahim A.S - agar tenang hatiku.

"Katakanlah - Wahai Raja bagi sekalian kerajaan, Engkau berikan kekuasaan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, Engkau cabut kekuasaan dari sesiapa yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan sesiapa yang Engkau kehendaki, Engkau hinakan sesiapa yang Engkau kehendaki, di sisiMu segala kebaikan, Sesungguhnya Engkau berkuasa ke atas setiap sesuatu"

Maha suci TuhanMu, Tuhan yang memiliki sekalian kemuliaan, dari segala yang disifatkan (musuhNya). Dan ucapan salam ke atas sekalian pesuruhNya, dan segala pujian yang tertentu hanya bagi Allah, pentadbir sekalian alam.

0 comments :

Hakcipta terpelihara - Noor. Powered by Blogger.